Medan,Bersamariaunews.com
Polsek Sunggal menangkap Empat kawanan pencuri sepeda motor yang kerap melakukan aksinya di mesjid yang berada di daerah kabupaten Deli Serdang , SumateraUtara.
Dari keempat tersangka , Dua diantaranya ditembak karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap petugas kepolisian.
Kapolsek Sunggal Kompol Bambang G Hutabarat merinci keempat pelaku terdiri dari Rian Andika Sinaga (20) , Doli Ferdinan Aritonang (21) Tri Rahmadsyah (30) serta Andy Sanjaya (30) para pelaku telah beraksi di 11 lokasi.
Para tersangka sudah melakukan 11 kali aksinya dirumah ibadah ( mesjid ) Lima diantaranya mereka lakukanpencurian dimesjid diwilayah kecamatan Sunggal, kata Bambang saat konferensi pers kamis 8/1/2026.
Bambang menyampaikan keempat tersangka merupakan Residivis kasus yang sama yaitu pencurian sepeda motor.
Para tersangka saling mengenal didalam lapas, adapun yang menjadi otak pelaku pencurian adalah Andy Sanjaya.
Keempat tersangka ini adalah residivid kasus yang sama jelasnya.
Mantan wakapolres Labusel ini mengatakan para tersangka biasanya melancarkan aksinya disaat korban tengah melaksanakan solat Subuh dimesjid sebelum melancarkan aksinya para tersangka sudah lebih dulu mengintai targetnya.
Para pelaku, kata Bambang mereka membobol sepeda motor tersebut mengunakan kunci T
Mereka mengintai ketika ada kesempatan langsung melakukan merusak sepeda motor dengan mengunakankunci T kemudian membongkarnya ujarnya.
Pihak kepolisian menyelidiki komplotan ini dan menangkap keempat tersangka saat ditangkap dua diantara pelaku melawan petugas sehingga petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan menembak kakinya.
Dari hasil pemeriksaan uang hasil pencurian tersebut digunakan para tersangka untuk membeli Sabu.
Perta motifnya ekonomi yang kedua digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu , ujar Bambang.
Selain menangkap para pelaku petugas lepolisian juga mengamankan dua unit sepeda motor yang digunakan para pelaku disaat melancarkan aksinya.
Untuk mengelabuhi petugas para pelaku kerap mengganti warna cat motor mereka sehingga petugas sulit untuk mendeteksinya.
Jadi perlu kami jelaskan juga bahwa dalam hal ini ada dua unit sepeda motor yang kita amankan , ini yang biasa mereka gunakan untuk melakukan aksinya kemudian satu diantara sepeda motor ini mereka gunakan warnanya selalu mereka ubah ubah karena ketika sudah mulai terindikasi mereka langsung mengubah warna sepeda motor tersebut, pungkasnya. ( Suriadi )

